Penandatanganan Prasasti The Durian Ville, Agro Wisata Multiplayer

  • Whatsapp

Dumai (granatnewss) – Berangkat dari cerita sejarah bahwa masyarakat melayu tidak dapat lepas dari suka memakan buah durian memiliki rasa yang legit dan manis banyak tumbuh di pesisir provinsi Riau.

Dari sinilah muncul ide dan gagasan dari masyarakat Dumai yang banyak memiliki perkebunan durian untuk membangun dan menciptakan The Durian Villa yang lokasinya strategis berada di kawasan agro wisata.

Bacaan Lainnya

The Durian Ville Agro wisata multiplayer ini menyuguhkan 6 konsep yakni Museum durian, Durian restoran, Durian store, Mushalla, Kids Park dan Durian smart farm. Dilokasi ini juga menjadi tempat pusat penelitian dan pembibitan 30 jenis varian buah bibit unggul seperti jenis buah durian Musan king dan muntong, selain durian tembaga yang banyak di Dumai yang diawasi tenaga ahli.

Agro wisata the durian ville yang akan dibangun diatas areal 4 hektar ini mendapat dukungan dari pemerintah kota Dumai dan pemerintah provinsi Riau. Untuk mewujudkannya ditandai dengan penandatanganan batu prasasti bersama Gubenur Riau dan Walikota Dumai serta pimpinan perusahaan perusahaan besar yang beroperasi di kota Dumai yang ikut memberikan dukungan.

Penandatanganan Prasasti pada hari Minggu, (12/12/2021) lokasi jalan Husein Pelintung, Medang Kampai Dumai ini, di hadiri Gubernur Riau dalam acara ini diwakili Asisten III, Walikota Dumai diwakili Kepala Kesbangpol, Kapolres Dumai diwakili, Dandim 0320 diwakili, tokoh LAMR, Ketua Dunia Melayu Dunia Islam, Pemuka Masyarakat, sejumlah Pimpinan Perusahaan serta Forkopimda.

Pamela, salah seorang penggagas the durian ville, Pamela mengatakan ide the durian ville menciptakan lokasi lahan pertanian kebun durian yang dikelola secara modern menjadi destinasi wisata berbasis agro multiplayer.

“Agro wisata multiplayer ini mengusung konsep wisata berbasis agro, dan akan menjadi destinasi wisata pilihan, juga tempat pusat penelitian, museum, resto durian, toko durian, Kids Park dan Durian smart farm dikelola secara modern, kata Pamela.

Syamsuar-Gubernur Riau yang diwakili Asisten III, Joni Irawan menyampaikan the durian ville merupakan wisata berbasis agro ini mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dan provinsi karena dapat membawa kemajuan perekonomian dan pariwisata, apalagi mengusung konsep multiplayer ada wisata, pendidikan dan bisnis.

“Untuk mewujudkan the durian ville harus mendapatkan dukungan penuh dari semua elemen dan dikelola secara baik dan wisata berbasis agro ini nantinya dapat membangkitkan perekonomian,” kata Joni Irawan.

The durian ville merupakan pariwisata agro multiplayer ini diharapkan menjadi daya tarik kota Dumai dan dapat meningkatkan perekonomian, selain untuk industri bisnis juga pariwisata.

***

Pos terkait